Perjanjian Versailles (1919): Lembaran Politik Baru Yang Memberikan Malapetaka

Perjanjian Versailles (1919): Lembaran Politik Baru Yang Memberikan Malapetaka

Perjanjian Versailles adalah salah satu perjanjian yang ada antara Sekutu dengan Jerman yang disetujui pasca perang Dunia I. Dinamakan perjanjian Versailles dikarenakan perjanjian ini ditandatangani di Istana Versailles, Paris, Prancis pada tanggal 28 Juni tahun 1919 di sebuah Konferensi Perdamaian Paris (Paris Peace Conference).

Perjanjian Versailles (1919): Lembaran Politik Baru Yang Memberikan Malapetaka

Sesuai dengan nama konferensi, perjanjian ini niatnya digelar sebagai jalan perdamaian setelah dunia dirundung oleh Perang Dunia pertama selama 4 tahun. Tiga puluh negara slot 888 dan perwakilan dari para pemenang perang atau biasa disebut sebagai Negara Big Four, yakni Inggris, Prancis, Amerika Serikat dan Italia menghadiri konferensi Perdamaian Paris Ini. Bahkan negara Big Four tersebut lah yang mendominasi pembuatan Perjanjian Versailles yang nantinya dapat digunakan sebagai pembukaan lembaran baru politik serta malapetaka di masa depan.

Perjanjian Versailles melafalkan ada sepakat yang diraih pada pertemuan perdamaian paris. Salah satunya gagasannya ialah pembangunan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) yang berperan sebagai komunitas internasional yang berkuasa dalam penataan keamanan kelompok internasional. LBB digagas oleh Presiden Amerika Serikat, yakni Woodrow Wilson yang berasumsi jika LBB akan menahan perselisihan dan perang di masa datang. Dengan begitu, kenyamanan dunia akan diwujudkan karena ada satu instansi yang memayungi keamanan di penjuru dunia.

Big Four atau Empat Besar juara perang dunia I datang dari block Sekutu, yakni Inggris, Amerika Serikat, Prancis, dan Italia. Amerika Serikat masuk perang di bulan April 1917 sebagai Associated Power. Tetapi, Amerika Serikat tidak terlilit untuk menghargai kesepakatan yang telah ada di antara kemampuan Sekutu. Perundingan kesepakatan dilumpuhkan oleh tidak ada negara penting yang lain. Block Sekutu menampik mengaku pemerintah Bolshevik karena keputusan Bolshevik yang menampik hutang besar Rusia ke sekutu dan tidak mengundang perwakilannya untuk datang di Pertemuan Perdamaian Paris. Sekutu mengecuali block sentra yang kalah, yakni Jerman, Austria-Hongaria, Turki dan Bulgaria.

Niat Awal Digelarnya Perjanjian Versailles

Sesuai kemauan Prancis dan Inggris, Kesepakatan Versailles membuat Jerman dikenai hukuman yang besar. Kesepakatan itu mewajibkan Pemerintahan Jerman yang baru untuk memberikan sekitaran 10% daerahnya saat sebelum perang di Eropa dan semua harta kepunyaannya di luar negeri. Mereka tempatkan kota dermaga Danzig (saat ini Gdansk) dan Saarland yang kaya batu bara di bawah administrasi Liga Bangsa-Bangsa, dan memungkinkannya Prancis untuk mengeksplorasi sumber daya ekonomi Saarland klikwin sampai tahun 1935. Lantas Angkatan Darat dan Angkatan Laut Jerman terbatasi dengan jumlahnya, dan meluluskan untuk menghakimi Kaisar Wilhelm II dan beberapa petinggi tinggi Jerman yang lain sebagai penjahat perang.

Di bawah ketetapan Pasal 231 Kesepakatan, Jerman terima tanggung-jawab atas perang dan kewajiban untuk bayar ganti kerugian keuangan ke Sekutu. Komisi Antar-Sekutu tentukan banyaknya dan merepresentasikan penemuannya di tahun 1921. Jumlah yang mereka tetapkan ialah 132 miliar Reichmark emas atau sejumlah 32 miliar dolar AS, di atas pembayaran awalnya $5 miliar yang disuruh dalam kesepakatan. Karena status sekutu yang memimpin, Jerman tidak bisa berdaya dalam Kesepakatan Versailles. Ini lalu tumbuhkan kedengkian dan usaha balas sakit hati Jerman ke Sekutu atas ketidakadilan yang diberi di atas Kesepakatan Versailles.

Kesepakatan Versailles Berbuah Paham Nazisme Di Jerman

Keputusan pemerintahan Jerman yang terima ancaman-sanksi perang memacu amarah rakyat Jerman. Kelompok-kelompok oposisi pemerintahan sekarang ada dan mempersalahkan pemerintahan atas keputusan yang jelek saat pemerintah Kaisar Wilhelm II. Banyak pada mereka mengomentari jika pemerintahan sudah jual Jerman ke musuh-musuhnya. Langkah ini ditujukan supaya perang dunia I bisa selekasnya selesai dan usai dengan kekalahan Jerman di medan perang.

Kerusuhan politik dan ekonomi membuat rakyat Jerman makin melawan. Salah seorang oposisi pemerintahan, yaitu Adolf Hitler ada sebagai pencetus pergerakan perlawanan rakyat Jerman pada pemerintahan. Awalnya, Hitler cuman jadi agitator partai Deutsche Arbeiterpartei (DAP) sebagai cikal akan lahirnya Nazisme di Jerman. Sesudah Drexler tersisih dari Deutsche Arbeiterpartei (DAP) pada 29 Juli 1921, anggota-anggota Nazi setuju untuk mengusung Hitler jadi ketua partai. Dengan begitu, hitler disokong oleh Nazi judi online terbaru untuk lakukan sebuah revolusi kehidupan Jerman yang alami kritis di beberapa bidang kehidupan.

Partai Nazi mempunyai program yang berisi 25 butir, di antara lain; tinggalkan Kesepakatan Versailles, penggabungan Austria dengan Jerman, pembelahan beberapa orang Yahudi dari masyarakat negara Jerman, penyempurnaan agraria, larangan pertaruhan tanah, dan menukar toko serba ada (departement toko) dengan beberapa toko retail (Siboro, 2012: 116-117).

Tekad besar Hitler untuk membalasnya sakit hati pada pihak sekutu munculkan recikan api yang makin besar jadi sebuah perang dunia II yang pecah pada 1939. Jerman menampik secara sepihak Kesepakatan Versailles yang diikuti dengan masuknya kawasan Cengkungan Saar (awalnya terkuasai oleh Inggris dan Prancis di bawah amanat LBB) yang berpadu kembali dengan Jerman di tahun 1935, percerpatan program persenjataan dan harus militer. Dengan begitu, Jerman bisa bangun dari keterpurukannya saat perang dunia I

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *