Isi dari Perjanjian Linggarjati

Isi dari Perjanjian Linggarjati

Isi dari Perjanjian Linggarjati

Perjanjian Linggarjati merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Perjanjian ini berupa perundingan antara Indonesia dan Belanda mengenai status kemerdekaan Indonesia.

Sebelum Perjanjian Linggarjati disahkan kedua belah pihak, Indonesia dan Belanda telah terlebih dahulu menggelar pertemuan slot terbaru namun tidak menemukan kesepakatan atau titik temu akan status kemerdekaan Indonesia.

Perjanjian Linggarjati sendiri dilakukan sebagai upaya Indonesia untuk meminta pemerintah Belanda mengakui kedaulatan wilayah RI. Pada kesepakatan tersebut, pemerintah Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir sebagai pimpinannya, beserta Mr. Mohamad Roem, Mr. Susanto Tirtopojo, dan Dr. AK Gani sebagai anggota. Sedangkan pihak belanda mengirimkan Prof. Schermerhorn, Van Poel, de boer dan Van Mook sebagai pimpinannya.

Menurut ketentuan perjanjian, Belanda setuju untuk mengakui kekuasaan Indonesia atas Jawa, Sumatera dan Madura. Indonesia kemudian akan menjadi negara bagian dari Republik Indonesia Serikat, yang akan didirikan selambat-lambatnya 1 Januari 1949 dan membentuk Uni Belanda-Indonesia bersama-sama dengan situs slot online terbaru Belanda, Suriname, dan Antillen Belanda, dengan Ratu Belanda yang akan menjadi kepala resmi Persatuan ini.

Tentu saja kedatangan Belanda kali ini tidak diterima dengan baik. Banyak pertikaian yang terjadi berbagai wilayah. Perang revolusi fisik antara Indonesia dan Belanda tidak bisa dibendung lagi. Peristiwa tersebut menjadi bukti kegigihan rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekannya.

Tokoh Perjanjian Linggarjati
1. Inggris: bertindak sebagai penengah dan diwakili Lord Killeran

2. Indonesia: diwakili Sutan Syahrir sebagai ketua serta Mohammad Roem, Mr. Susanto Tirtoprojo, dan Dr. A. K. Gani sebagai anggota

3. Belanda: diwakili Prof. Schermerhorn sebagai ketua serta De Boer dan Van Pool sebagai anggota.

Isi dari Perjanjian Linggarjati:

Perjanjian pengakuan yang diperjuangkan para tokoh bangsa selama 3 hari dan ditandatangani secara sah pada 25 Maret 1947 tersebut berisi sebagai berikut:

Pengakuan Belanda secara de facto atas eksistensi Negara Republik Indonesia yang meliputi Sumatera, Jawa, dan Madura.

Republik Indonesia dan Belanda akan bekerja sama slot gacor deposit pulsa dalam membentuk Negara Indonesia Serikat, yang salah satu negara bagiannya adalah Republik Indonesia.

Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia – Belanda dengan Ratu Belanda selaku ketuanya.

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.